MENYAMBUT BANGKITNYA SEBUAH RUMAH TENUN RAKYAT DI MAUMERE, RUMAH TENUN YANG SUDAH DUA TAHUN BERBARING TANPA MISI DAN VISI, KINI BANGKIT LAGI.

MENYAMBUT BANGKITNYA SEBUAH RUMAH TENUN RAKYAT DI MAUMERE, RUMAH TENUN YANG SUDAH DUA TAHUN BERBARING TANPA MISI DAN VISI, KINI BANGKIT LAGI.

Dutulis oleh Nelly Andon

Untuk saya, kemegahan dunia Maya itu adalah, kemampuan untuk berkoneksi dan mencari orang-orang dengan pikiran dan misi yang seirama dalam hidup. Ketika banyak diantara kita yang menganggap bahwa Facebook itu adalah media social iseng-iseng untuk membunuh rasa sepi, kami sangat menghargai penenuam Mark Zuckerberg ini, sebagai salah satu alat yang luar biasa, yang telah berhasil menyambungkan saya dengan para penenun dan pemerhati tenun Nusantara dari berbagai pelosok Nusantara. Kadang2, gambar profil seseorang yang menggunakan tenun atau batik sudah membangkitkan semangat dan ingin bertanya lebih banyak kehidupan dan kerja dari orang pemilik Akun.

Begitulah kiranya pertemuan saya dengan Venitanza Veronika, seorang ibu muda dari Maumere yang saat ini ditugaskan oleh pemerintah setempat (Kantor Dinas Perindustrian & Perdagangan) untuk membantu mengelola sebuah Centra Tenun, yang bernama “SENTRA TENUN JATA KAPA” Tenun Ikat Jata Kapa. Sudah cukup lama sebenarnya koneksi dengan Veni di Facebook, namun bersambungya komunikasi kami sehubungan dengan Centra tenun binaan pemerintah Sikka ini belum begitu lama. Saya mulai mengikuti postingan-postingan Veni diakhir tahun 2019 di akun Centra Tenun Jata Kapa, dan dari situ pembicaraan kita mengenai pembangunan Centra Tenun Jata Kapa semakin dalam dan padat. Mengobrol beberapa kali dengan Veni di WA, telah memberi saya semangat yang luar biasa, ingin menggali lebih dalam lagi semangat ibu ini dan mempelajari cita-cita mereka untuk merehabilitasi missi

Konon Centra Jata Kapa yang sejak didirikan 2 tahun yang lalu, betul-betul terbengkalai. Veni, seorang ibu muda yang saat ini bekerja sebagai pegawai pemerintah Sikka, punya visi nyata dan bisa direalisasikan. Jujur dan terus terang, saya tidak sedang mencoba mengangkat-angkat Veni secara berlebihan, namun diskusi kami lewat obrolan WA telah memberi saya banyak kesempatan untuk menilai dan menganalisa semangat dan visi Veni dalam usahanya merealisasikan mimpi dari Bapak Yosef Bnyamin SH (Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangan Sikka) & team, agar Centra Tenun ini bisa berfungsi lagi untuk membantu para penenun di Kabupaten Sikka.

Tanggal 4 Maret 2020 yang lalu, Veni imengajak saya untuk bertemu dengan bapak Yosef Benyamin & team di kantor beliau di Maumere, dan sangat senang bisa bertemu beliau dan mendengar langsung Visi dan misi mereka untuk menghidupkan Centra Tenun Jata Kapa secara serius dan efektif. Selama pertemuan di kantor pak Benyamin, lebih kurang 1 jam, kami (saya bersama Ibu Susi Koopman dari Penginapan Pantai Paris, seorang putri Bangsa yang begitu peduli keindahan lingkungan & bersama dua orang dosen pemerhati Tenun dan Buday dari Universitas NUSA NIPA MAUMERE, Bapak Pedro dan Bapak Benyamin). Obrolan yang mengalir secara bersahabat itu betul-betul sangat menginspirasi dan membangkitkan semangat. Bapak Benyamin dan team begitu ramah, menerima kami dengan tangan terbuka dan tanpa keformalan yang berlebihan, kami merasa sangat nyaman.

Setelah bertemu dengan team Jata Kapa di kantor bapk Benyamin, kami diajak untuk mengunjungi Centra Tenun Jata Kapa, tidak begitu jauh lokasinya dari pasar Alok Maummere. Disini kami disambut oleh team penenun, disambut oleh kain-kain Maumere yang begitu mempesona. Konon saat ini ada 24 jenis motif-motif tenun SIKKA yang sudah di patentkan dan tidak bisa di copy sembarangan oleh daerah lain, sangat bangga mengetahui hal ini. Kami diberikan penjelasan tentang rencana-renca bapak Benyamin & team untuk menciptakan dan membangun Centra Tenun Jata Kapa dengan fasilitas-fasilitas yang bisa membuat pengunjung nyaman, seperti Café & taman diluar Centra. Kami juga diajak untuk mengunjungi dalam Centra, dan sangat kagum, bahwa sebenarnya Centra Tenun Jata Kapa, sudah cukup komplit peraltanya untuk menopang peningkatan produksi tenun Sikka dan juga menopang kiranya ibu-ibu disni bisa juga menyulap tenun-tenun tersebut menjadi barang-barang craft yang bisa dijual di pasar lokal, nasional maupun pasar Internatsiional.

Sangat bangga bertemu dengan Bapak Benyamin dan team, karena Beliau sangat terbuka dengan masukan-masukan dan ide tentang pemakaian pewarna alami. Semoga pelahan-lahan Centra Tenun Jata Kapa akan berhasil menjadi Centra yang mengadopsi system pewarna alam, untuk semua kelompok-kelompok tenun yang mereka bina di kabupaten SIKKA.

Rasa terimakasih saya yang tak terhingga, kepada Veni, yang begitu setianya berkomunikasi dengan saya dalam beberapa bulan terakhir ini, hingga akhirnya bisa berbagi cerita dengan Bapak Benyamin dan team di Maumere. Semoga kedepan, kami akan semakin semangat untuk terlibat dalam menyemangati penenun di kabupaten SIKKA dan bisa berbakti bersama disana, melestarikan tenun budaya dan juga melestarikan alam dengan meningkatkan pemakaian pewarna alami untuk kain-kain NTT.

 

Salam Wastra
Nelly Andon
www.wastraindonesia.uk



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


error: Content is protected !!