Resep pewarna alami Biru Indigo – Ayo, bikin sendiri yuk!

Resep pewarna alami Biru Indigo – Ayo, bikin sendiri yuk!

Warna biru Indigo yang begitu popular di Jepang dan Amerika saat ini, dan sekarang sangat popular di Nusnatara. Yang lebih membangkitkan semangat adalah, tanaman untuk membuat warna ini tumbuh liar dimana-mana, namun sering kita abaikan saja tidak digunakan, karena kita-kita di Nusantara belum begitu paham, bagaimana cara menggunakan tanamanan ini sebagai bahan pewarna. PADAHAL GAMPANG BANGET!!!

Pemakain daun Nila untuk mebuat pewarna alam biru, sudah dilakukan ribuan tahun, asal muasalnya dari India, namun menyebar ke seluruh dunia. Untuk sejarah yang lebih detail, bisa mendapatkan banyak informasi di dunia maya. Silahkan google ya, sambil belajar, biar lebih pintar lagi.

Konon, jenis tanaman Indigo, ada lebihd ari 700 jenis dimuka bumi kita ini, namun salah satu jenis yang terbaik dan bisa menghasilakan warna biru indigo, adalah jenis yang ada tumbuh di Indonesia, yang kita sebut Indigofera Tinctoria (Bahasa Indonesianya adalah Nila alias Tarum). Didaerah, nama-nama Nila itu berbeda-beda, namun tanamannya sama saja, jadi sangat penting untuk mengenali tanamanya sebelum menggunakanya. Nila itu adalah semak, bukan pohon, tingginya maksimumnya dibawah 1.5 meter.

Nah, tanaman ini tumbuh liar…… serius…. tumbuh liar dimana-mana di Nusantara. Di Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi… pokoknya jadi alang-alang Nusantara. Konon, pada zaman penjajahan Belanda, dibudidayakan dan hasilnya diekspor besar-besaran. Iklim negeri kita ini sangat cocok untuk mebudidayakan Indigo, karena Indigo itu memang tumbuh lebih baik kalau di tanam seperti halnya kita nanam bayam, wortel, dan lain-lain, jadi tidak dipanen dari semak belukar saja.

Bayangin, tanaman ini sangat mudah di tanam, untuk yang anda tinggal di kota saja bisa menanam di dalam pot yang agak besar, dan bisa dipanen utuk sekedar belajar coba-coba membuat pewarna Indigo. Kalau mau panen Nila, jangan dicabut, di pangkas saja dahan-dahanya, agar tunas-tunas baru tumbuh lagi agar bisa panen berikutnya.

Telah terbukti bahwa untuk mendapatkan tananam Nila yang bisa dipanen, hanya butuh waktu 3 bulan saja. Kan lumayan kalau bisa ditanam dipekarangan, untuk latihan warna alam indigo. Nah, karena ini adalah pewarna alam, dan limbahnya tidak bahaya, limbahnya bisa dipake untuk menyiram tanaman dikebun, kayak kompos deh pokoknya.

Nah… tunggu apa lagi, ayo belajar Bersama teman dan keluarga. Coba latihan bikin Shibori, atau batik dirumah. Selamat mencoba. Semoga Indonesia suatu saat ini bisa kembali ke hidup yang lebih alami.

Oh ya, jangan lupa, cairan indigo lebih baik dipake dengan mengguakan perekat, perekat (fixator) yang dipake biasanya kapur sirih, karena muda didapatkan dimana-mana. Di NTT, mereka juga pake serbuk daun loba, untuk menguatkan warna. Daun loba itu mengandung zat besi natural cukup tinggi, berfungsi mengikat warna dengan baik. Yang penting adalah, latihan membuat campuranya, eksperimentasi itu keren. Selamat mencoba.

Terimakasih khusus kami ucapkan kepada:
* Para penenun di Sikka (Samping Gerjea Tua Sikka), Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur
* Umbu Roman dan ahli Indigo dye di desa Umalulu (kerajan Melolo) Sumba Timur
* Bapak David Hambuwali, ahli pembuat Indigo dari Morinda Studio, Morinda Hotel, Kamberra, Sumba Timur.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


error: Content is protected !!