PEWARNA ALAM DARI BIJI PINANG

PEWARNA ALAM DARI BIJI PINANG

Dalam beberapa tahun terakhir ini, para pencinta textile nusantara sudah melihat banyaknya “workshop” menawarkan penyuluhan pewarna alam, baik itu dari pihak-pihak pribadi, pemerintah atau badan sosicial. Sangat disayangkan, ketika program2 cara memakai warna alam itu sangat popular, masih sangat disayangkan penyuluhan bagaimana caranyan untuk membudidayakan tanaman pewarna alam disekitar kita dan juga mengenali bahan pewarna alam dalam jumlah besar (berbagai variasi) belum terfokuskan.

Kampanye melestarikan pewarna alam ini sering hanya berfokus dengan bahan-bahan yang sudah sering didengar, namun mungkin tidak begitu mudah didapatkan bahanya, seperti akar mengkudu, kulit mahoni, kulit biji jelawi, kayu kuning, dan bahan-bahan lainya, yang sebetulnya sekalipun kita kenal sangat susah mendapatkan bahanya untuk bisa dipraktekkan dengan mudah dan murah. Banyak bahan-bahan pewarna alam tersebut hanya terjangkau oleh kantong dari pengusaha yang sudah serious dalam business, jadi bukan individu yang sedang ingin bereksperimentasi dirumah oleh para artisan pengusaha kecil. 

Tahun lalu kami mengitari wilayah Danau Toba, dan di Kabupaten Dairi, kami menemukan buah pinang konon saat ini sedang digandrungi oleh para petani, dan hampir disetiap depan rumah mereka, penduduk menjemur buah pinag dalam jumlah besar, hampir besaing dengan kopi dan biji kakao, yang pada dasarnya komoditi utama kabupaten Dairi. Ketika kami bertanya, untuk apa biji pinang ini digunakan? Mereka mengatakan bahwa biji pinang ini sedang mereka gemari karena pasarnya sangat besar. Konon biji pinang ini di ekspor ke India secara besar-besaran untuk dijadikan menjadi perwarna alam.

Setelah mengadakan riset kecil-kecilan di google, para petani kita itu memang betul, bahwa pinang adalah salah satu bahan yang bisa digunakan menjadi pewarna alam, yang menghasilkan warna coklat kemerahan, mirip dengan warna merah mengkudu dan sudah dipake dan dipraktekkan di India.

Mungkin para badan-badan penyuluh pewarna alam, bisa menelusuri dan uji coba bahan ini di Indonesia. Dengan bahan biji pinang yang begitu berlimpah di Nusantara, mungkin ini adalah salah satu sebuah kunci kesuksesan aplikasi pewarna alam di Indonesia. MENGAPA TIDAK??



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *