PERDANGAN DAN MANAGEMEN DAUN LOBA YANG MISTERIUS DI INDONESIA. MARI MENGUAK PERDAGANGAN DAUN LOBA DIBAWAH TANGAN-TANGAN YANG MUNGKIN TIDAK BERTANGGUNG JAWAB.

PERDANGAN DAN MANAGEMEN DAUN LOBA YANG MISTERIUS DI INDONESIA. MARI MENGUAK PERDAGANGAN DAUN LOBA DIBAWAH TANGAN-TANGAN YANG MUNGKIN TIDAK BERTANGGUNG JAWAB.

Loba alias Symplocos, tanaman yang sangat penting fungsinya dikalangan penenun yang menggunakan warna alami, tanpa ini, akar mengkudu sebagai bahan utama untuk menghasilkan warna merah tidak akan bisa didapatkan dengan bagus. Sekalipun Indonesia itu satu-satunya negara dimana tanaman Loba ini tumbuh, namun, para pengrajin tenun di Nusantara, tidak banyak yang mengenalnya, karena sudah begitu lama ditinggalkan, sejak pewarna sintitis diperkenalkan dikalangan pengrajin tenun maupun Batik di Indonesia. Konon bubuk Loba ini telah dikenal sebagai komoditi expor pewarna alam dari Indonesia di negara-negara maju, menopang kesuksesan karya2 artisan kain di negara-negara seperti USA, Canada & Perancis, dan agen2 international sangat banyak dan bisa dibeli online, dimana transaksi pembelian dengan pembayaran kartu atau PayPal bisa dipercaya.

Ketika Penenun Indonesia jungkir balik untuk bisa
mendapatkanya dan banyak yang tidak diberi kesempatan untuk mengenali tanaman ini, justru dunia luar dengan mewahnya menikmati hasil bumi kita ini dengan bebas merdeka, sementara penenun kita harus dihadapkan dengan pewarna-pewarna sintetis untuk memenuhi permintaan pasar. Sayangnya, kita tidak sadar, bahwa saat ini permintaan pasar International untuk kain-kain budaya Indonesia yang memakai pewarna alam itu, sangat tinggi. Loba, adalah bahan pewarna nenek moyang yang diperdagangkan diluar Indonesia, membuat kwalitas kain nenek moyang itu tidak mudah diteruskan.

Pertanyaanya sekarang adalah: SIAPAKAH KIRA-KIRA YANG TERLIBAT DALAM PERDAGAN BAWAH TANGAN INI? Apakah perdagangan ini memakai Etika dan tidak terlibat dalam sebuah perdagangan terselubung yang merugikan kemajuan perkembangan produksi kain pewarna alam di negeri kita ini?

Simaklah hasil penelitian kami, dimana video-video interview dengan penenun dan pemerhati tenun kami tayangkan secara bertahap. Bantulah penenun di Nusantara untuk lebih bebas dan merdeka berkarya, dengan memberikan mereka kesempatan untuk membudidayakan atau mungkin mendapatkan bubuknya dengan harga yang mereka bisa jangkau.

Selamatkan kain budaya kain traditional peninggalan nenek moyang, mari perangi perdangan yang kurang etika di tanah air kita ini.

Salam Wastra,
Lestarikan Alam, Lestarikan Budaya, Tingkatkan ekonomi rakyat & perangi kemiskinan.
Nelly Andon
www.wastraindonesia.uk



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *