===Edisi 1=== MENGEMBANGKAN KUALITAS/PRODUKTIVITAS TENUN/BATIK PEWARNA ALAM DENGAN SISTEM KOLABORASI ANTARA PENGUSAHA.

===Edisi 1=== MENGEMBANGKAN KUALITAS/PRODUKTIVITAS TENUN/BATIK PEWARNA ALAM DENGAN SISTEM KOLABORASI ANTARA PENGUSAHA.

Saat ini dunia sedang menyorot kebrutalan dari system produksi tekstil atau garmen yang bersifat express, yang disebut “Fast textile/Fast fashion”. Dalam waktu yang sama, Indonesia juga sedang disorot dunia sebagai salah satu negara yang masih sangat kurang dalam aksi dan usaha untuk preservasi alam dan lingkungan negeri ini. Namun ada satu hal yang patut kita banggakan dari Indonesia, yaitu kemapunan negeri tercinta ini untuk melesterikan produksi dari “slow textile” yang bersifat traditional, produksi slow textile dalam bentuk tenun, songket dan batik dimana hampir semua daerah memiliki cara masing-masing untuk melestarikan budaya ini.

Dalam kebanggaan dimana produksi kain tradisional masih sangat produktif dari Nusantara, banyak perubahan system cara memproduksi kain tersebut yang terkadang menjurus kearah “fast textile = textile express”. Pada zaman nenek moyang kita dulu mewarnai benang dan mori itu selalu memakai pewarna alam, dan pada dasarnya benang2 yang dipakai adalah benang kapas asli, bahkan benang tersebut rata-rata dipintal sendiri. Kai tenun Nusantara dan Batik tulis yang diproduksi dengan memakai perwana alam dan dengan benang bahan natural, bertahan ratusan tahun umurnya dan sangat dicintai di manca negara, sehingga kain2 buatan Indonesia zaman dulu banyak dipanjang di museum-museum terkenal disuluruh duni, karena motifnya yang unique dan budaya tinggi yang dikandungnya.

Namun saat ini kecintaan kita pada kain produksi nusantara, membuat pasar kain tradisional ini meroket, sehingga permintaan pasar yang begitu tinggi telah merubah banyak hal, ada perubahan posifit, namun seirama dengan populernya kain traditional, banyak juga perubahan negatif. Perubahan posifnya adalah business tenun dan batik semakin meningkat dan kain2 ini semakin murah harganya. Namun perubahan segi negatifnya juga sangat buruk, dimana untuk mengejar pasar dan untuk menciptakan kain yang lebih murah meriah, maka kain2 barupun harus diciptakan dengan benang murah meriah dari bahan sintetis, dan memakai pewarna sintetis. Bahkan dalam upaya untuk menciptakan kain yang murah meriah tersebut, jiplakan dari kain2 asli daerahpun diproduksilah di Troso, dengan harga yang lebih murah dan kwalitas yang tentunya jauh dari kwalitas buatan ibu-ibu diadaerah.

Namun dalam beberapa tahun terakhir ini, kain traditional Indonesia yang berkwalitas tinggi dan dibuat dari warna alam kembali memasuki pasar dunia dan dengan permintaan pasar yang semakin meningkat dan kapasitas produksi warna alam Indonesia yang masih sangat minimal, artisan (pengrajin) dari kain teradional kita agak kewalahan juga untuk melayani permintaan pasar. Dengan perminataan pasar yang begitu tinggi, dan kurangnya stock yang bisa dibeli, maka harga dari kain yang diwarna pewarna alam, masih sangat tidak terjangku oleh semua lapisan ekonomi masyarakat.

Dengan popularitas pewarna alam saat ini, tak luput banyak badan-badan konsultasi yang menawarkan jasa training untuk membuat pewarna alam, dan cara mengaplikasikan pewarna alam. Namun ada banyak kejanggalan dari semua system workshops yang ditawarkan, dimana ketika pemakaian warna alam ini diajarkan ; bagaimana cara mencelup, bahan apa yang digunakan dan warna apa yang dihasilkan, namun informasi bagaimana cara mendapatkan bahan pewarna alam ini secara regular, masih sangat tipis.  Masalah utama yang dihadapi penenun atau pembatik ketika ingin mencoba memakai pewarna alam adalah, dimana mereka bisa mendapatkan sumber warna alam tersebut?

Saat ini Wastra Indonesia, Indonesian Traditional Textiles sedang mencoba berbagi ide dan inspirasi dengan para artisan/pengrajin/pengusaha kain traditional Indonesia. Kami ingin mengajak sahabat pecinta textile traditional Indonesia, untuk mencoba kembali mempergunakan pewarna alam dan benang natural seperti kapas, sutra atau wool.

System yang kami rekomendasikan adalah system “INTEGRASI/KOLABORASI” antara sesama pengusaha yang dalam artianya adalah:

  • Skenario 1: Saat ini banyak pengusaha Batik tulis dan juga tenun/songket tradional yang ingin sekali mempergunakan warna alam, namun tidak mengerti harus memulai dari mana. Training cara memakai warna alam sangat mereka butuhkan.
  • Skenatior 2: Banyak juga artisan (pengrajin) tenun atau batik yang mungkin sudah mengerti cara penggunaan warna alam melalui hal yang sudah dipelajari secara theory dan mungkin juga sudah mengikuti workshops, namun bingung untuk meneruskan karena tidak tau dimana bisa beli bahan2 pewarna alam dalam jumlah besar. Group ini perlu diberikan pengarahan, dari mana mereka harus mendapatkan bahan-bahan pewarna alam dalam jumlah besar.
  • Skenario 3 : Ternyata ada banyak pengusaha disuntara yang menjual bahan pewarna alam dan bisa supply bahan melalui orderan pos. Group pegusaha ini perlu dipromosikan, dan dihubungkan dengan para artisan yang butuh service da product mereka.
  • Skenario 4: Ada banyak pengusaha pewarna alam, juga menawarkan jasa untuk mewarna kain atau benang. Ini adalah kesempatan besar untuk para designer textile untuk mencoba mengandrungi warna alam dalam karya mereka dengan menggunakan jasa perusahaan tersebut seperti di Skenario 4. Group ini perlu dipromosikan dan dihubungkan dengan para designer/artisan yang membutuhkan jasa ini.
  • Senario 5: Ada banyak pengusaha benang dan kain mori di kota2 di Nusantara, namun tidak mudah dihubungi karena tidak ada di Facebook atau di Instagram, atau tidak bisa di cari di Google. Alamat pengusaha ini perlu kita share agar para penenun bisa tertolong dan lebih berdikari lagi bagaimana cara mendapatkan benang dan kain berkwalitas tinggi.

Dengan adanya Kolaborasi/Integrasi dari pengusaha2 diatas, memersatukan para pengusaha untuk saling maju, maka kita akan berhasil membawa kembali kain nusantara ke jenjang kelas dunia, menjadi leader dari kain-kain tradisional dari negara lainya. Semakin banyak orang yang bisa memproduksi warna alam yang 100% jujur wana alam, maka produk mereka akan bisa menembus pasar dengan baik.

Secara bertahap, kami akan menyimak pengusaha/pengrajin, yang menawarkan jasa untuk mewarnai benang untuk tenun dan kain batik. Nama, alamat, nomor telepon akan kami muat dalam publikasi kami agar teman2 pencinta kain nusantara dengan kwalitas tinggi bisa melanjutkan mimpi2nya dan menciptakan kain2 Indonesia kelas dunia.

Kami akan mencoba berbagi informasi semampu kami, berbagi informasi dari pengusaha pewarna alam di nusnatra,  yang mungkin teman-teman bisa pesan lewat pos, agar bisa mempraktekkan sendiri dirumah.

Selamat meningkatkan kembali kain2 nusantara yang berkwalitas tinggi.

Salam Wastra

Wastra Indonesia, Indonesian Traditional Textiles

www.wastraindonesig.org



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *