Bertemu dengan ibu Chandra Prijosusilo, pahlawan pelestarian tenun dengan pewarna alam

Bertemu dengan ibu Chandra Prijosusilo, pahlawan pelestarian tenun dengan pewarna alam

Blog contributor: Nelly Andon 

Liburan kembali ke tanah air itu untuk saya adalah sebuah kombinasi liburan dan juga mencoba untuk berbakti kecil-kecilan, berbagi pengalaman dan cerita dengan para seminan tekstil traditional Indonesia. Sejak tahun 2012, kami Bersama team Connect Indonesia, The Charity (wwww.connectindonesia.org) mencoba mendalami dan lebih mengerti lagi perjalanan tekstil traditional Indonesia (baik itu tenun maupun batik) dan hal ini kami lakukan dengan mencoba koneksi dan berkomunikasi langsung dengan kelompok penenun dan pembatik, dan juga dengan para pencinta kain traditional Indonesia diberbagai penjuru dunia.

Harus kuakui, ketika Facebook itu sering disorot sebagai arena social media yang buat banyak orang dianggap tempat untuk membuang waktu, untuk saya Facebook itu adalah tempat mencari inspirasi, dimana melalui Facebook saya menemukan informasi yang saya ingin pelajari dalam banyak hal di Indonesia.

Berdomisili di luar negeri (saya tinggal menetap di London, meninggalkan Indonesia akhir 1987), tentunya tidak mudah melakukan riset secara langsung mengenai perkembangan banyak hal di Indonesia, namun dengan adanya Facebook dan sosmed lainya, hal ini bisa terjembatani dengan baik.

Setelah beberapa tahun berkecimpung mendalami tenun tradisional Indonesia dari berbagai daerah, akhir tahun 2017 yang lalu, saya menemukan seorang ibu di Facebook bernama Chandra Prijosusilo, dimana ibu Chandra (biasa dipangkil Kiki) bagi saya bukan hanya sekedar pekerja social, Pengelola dari Yayasan Sekar Kawung, namun bagi saya, ibu Kiki adalah seorang pahlawan tenun yang begitu serius mengangkat nama-nama seminan tenun di Sumba Timur, dan mencoba melibatkan mereka sebagai seniman yang perlu dikenal umum, bukan hanya sekedar pengrajin yang hanya berada dibalik layar dan tidak pernah dikenal publik.

Sejak saya mengenal ibu Kiki di Facebook, saya telah banyak berkenalan secara dekat dengan para penenun di daerah Sumba Timur, ibu Kiki telah memberi saya semangat dan inspirasi yang luar biasa.

Pada bulan Oktober 2017 yang lalu, ibu Kiki bersa team Yayasan Sekar Kawung, melakukan sebuah aksi yang luar biasa, dimana beliau membawa semua anggota kelompok tenun binaan Yayasan Sekar Kawung dari desa Lambanapu, Sumba Timur untuk mengikuti pameran tenun kain Sumba Timur di museum Bank Mandiri Jakarta. Kain-kain yang dipamerkan adalah kain tenun Hinggi dan Pahikung yang diwarnai dengan memaki bahan pewarna alam seperti Indigo dari Nila, Morinda dari Mengkudu, kayu kuning, kayu mahoni dan lain sebagainya.  

Sangat beruntung rasanya waktu itu saya kebetulan berada di Jakarta dan berhasil menghadiri pameran itu sekalipun hanya pada hari terakhir, dan sangat salut melihat semua kain tenun Sumba Timur yang di tenun oleh para seniman dari Lambanapu, dipamerkan lengkap dengan informasi dari seniman yang menciptakanya dan juga diberikan informasi lengkap dari kain2 tersebut dalam fungsi adat.   

Harus kuakui bahwa ini adalah salah satu pameran tenun Indonesia yang terbaik yang pernah saya kunjungi, dan betul-betul merepresentasikan seniman2 pembuat kain itu sendiri. Biasanya pameran-pameran kain traditional Indonesia sering hanya dilakukan oleh para kolektor, ataupun designer fashion yang mampu membeli kain-kain tersebut dalam jumlah besar, dan mungkin telah mengoleksi dalam jangka lama.

Saya pribadi sangat bangga, ibu Chandra (Kiki) telah membuka sebuah chapter baru di dunia kain traditional Indonesia, membuka kesempatan emas untuk para penenun untuk lebih dikenal dan karya mereka lebih dihargai.

Mari kita Bersama menjunjung misi dan visi besar dari para pekerja social yang begitu mulia dan mampu merubah persepsi sempit yang selama ini menempel di jiwa kita. Mari kita Bersama memeberikan penghargaan yang lebih besar lagi kepada seniman kain traditional Indonesia (penenun dan pembatik traditional Indonesia).

Terimakasih ibu Kiki, telah memberikan kami inspirasi yang luar biasa, sehingga kami terdorong untuk bisa mengikuti langkah dan cita-citamu. Semoga ibu Kiki bisa melakukan aksi dan visi/misi yang sama didaerah lain di Nusantara dalam kesempatan emas lainya.

Salam Wastra dari kami Wastra Indonesia, dan juga dari Connect Indonesia, The Charity.  Jangan lupa menonton video dari perjalanan Yayasan Sekar Kawung di Lambanapu dibawah. 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *